Soto Belakang Gramedia Gajah Mada

Senin malam lalu, saya mengajukan proposal kencan makan siang dadakan di hari berikutnya, dan diterima! Cihuyyy…! ūüėĄ

Tempat kerja pacar saya ada di Jalan Gajah Mada Medan. Di sekitar sana memang ada banyak rumah makan dan resto-resto, namun saya pinginnya makan warteg soto belakang Gramed langganannya.

Lokasi warteg tepat berada di persimpangan Jalan Sriwijaya dan Jalan Labu. Kami tidak mengetahui nama wartegnya, tetapi karena Google Maps¬†menampilkan spanduk “Welcome to Hongkong” (yang sekarang entah masih ada atau tidak) di depan warteg, mari kita sebut saja Warteg Hongkong supaya lebih akrab¬†ūüėĚ Selain soto, warteg ini juga menjual nasi ayam penyet. Berhubung¬†baru pertama kali datang ke sini, saya ikut memesan soto dan teh pahit dingin sesuai pesanan pacar saya.

2017-03-14-12-21-56.jpg

Soto yang tersedia hanya soto ayam. Semangkuk soto ini dilengkapi dengan nasi putih, satu buah perkedel kentang, seiris tempe, sedikit keripik kentang campur ubi, dan sepiring kecil sambal kecap. Yang membuat saya kaget itu ayamnya, disuwir-suwir tapi banyak oi!

2017-03-14 12.22.52

Mengenai rasanya, rasa rempah di dalam kuah soto lebih dominan daripada rasa santannya. Berarti bagus dong? CMIIW. Jumlah suwiran ayamnya tidak mengecewakan deh. Dengan tambahan irisan tempe, keripik kentang, dan keripik ubinya yang crunchy, saya suka banget karena memperkaya tekstur saat mengunyah.

Dua porsi soto + dua gelas teh pahit dingin, totalnya Rp 38.000,-. Asumsi teh pahit dingin Rp 2.000,- per gelas, berarti harga seporsi soto ayam Rp 17.000,-. Bah, harga satu porsi makanan di warteg seginian?? Atau mungkin harga standar menu warteg di Medan memang segitu?

Setelah menyantap soto Hongkong, kencan dilanjutkan ke Gramedia.¬†Yes, we’re such a weird, nerdy couple!¬†Menjelang jam 1, kencan berakhir karena pacar saya harus kembali bekerja. Walaupun hanya satu jam, saya sudah sangat senang sekali.¬†Though he might not realize it was White Day ha-ha-ha…

Writer visited this place on White Day 2017.

Roti Gandum dan Pisang Bakar dengan Madu

Belum banyak orang yang menyukai roti gandum atau whole wheat bread. Padahal jika dibandingkan dengan roti tawar biasa, roti gandum dianggap lebih sehat dan lebih mengenyangkan lho. Sayangnya harga roti gandum lebih mahal daripada roti biasa, dan rasanya juga agak alot.

Worry not, jika sudah dikombinasikan dengan madu, rasanya bakal oke kok.

2017-03-09 07.45.09

  1. Oles satu sisi roti gandum dengan margarin, panggang di atas teflon panas (roti akan terpanggang merata dengan cara ini, berbeda halnya jika dibandingkan dengan mencairkan margarin dahulu kemudian menaruh roti ke teflon).
  2. Kupas pisang kepok yang masih mengkal dan belah menjadi dua bagian memanjang, panggang bersama dengan roti. Jika memakai pisang yang sudah masak, panas dari teflon dapat membuat pisang menjadi terlalu lembek.
  3. Bolak-balik roti dan pisang agar tidak gosong, pindahkan ke piring jika roti sudah garing.
  4. Tuangkan madu ke atas roti dan pisang,¬†and it’s done.

Bakso Mas Yono

A new¬†location has been unlocked on our Bakso pilgrimage.¬†Berlokasi¬†di Jalan Soekarno-Hatta, yah… memang agak jauh dari pusat kota. Namun untuk menemukan warung bakso ini mudah saja kok.¬†Jika datang dari arah Medan, sebelum melewati simpang Soeta-Gajah Mada, di sebelah kiri¬†akan terlihat¬†deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah warung bakso kecil. Berada tepat di samping Alfamidi KM 19, warung bakso itulah tujuan kita: Bakso Mas Yono.

2017-03-11-18-32-10.jpg

Berhubung sewaktu kami sampai di sana sudah mendekati jam makan malam, dan didukung juga dengan janji sponsor dari kawan (nye-he-he-he….), kami memesan 4 porsi¬†miesop bakso dan 4 gelas teh pahit dingin. Dalam satu mangkuk miesop bakso, ada campuran mie kuning dengan bihun, potongan sawi, tahu pong, kerupuk, 4 bakso biasa, dan… 1 bakso ukuran besar¬†yang berisikan daging cincang.¬†Believe me, it’s yuge! Saking gedenya, saya jadi merasa mangkuknya kekecilan deh.

2017-03-11 18.35.31.jpg

Mulai dari suapan pertama, saya suka sekali dengan rasanya. Kuahnya gurih, sedikit manis, tapi tidak membuat haus. Mie dan bihunnya cukup matang, tidak dapat dikeluhkan. Yang menonjol adalah rasa baksonya. Perpaduan komposisi daging dan tepungnya cocok sekali di tiap gigitan. Walaupun menurut teman-teman saya rasa kuah dan mienya biasa-biasa saja, namun kami sependapat dengan keenakan rasa baksonya.

Tidak puas hanya dengan satu mangkuk miesop bakso per orang, kami memesan lagi satu porsi bakso kosong untuk kongsian. Isinya sama dengan yang kami lahap sebelumnya, hanya saja tidak memakai mie atau bihun, dan jumlah bakso kecilnya ada 6 buah.

2017-03-11 18.48.55.jpg

Jika saja lokasi warung bakso ini lebih dekat ke pusat kota, sepertinya saya bakal langganan ke sana nih. Miesop bakso yang enak dengan harga Rp 10.000,- per porsi, ekspektasi rasanya melebihi harganya ūüėĄ

Writer visited this place on March, 11th 2017.

Fried Radish Cake

Saya suka bereksperimen di dapur, mungkin karena saya mengagumi dan ketularan hobi mama saya yang jago memasak. Mama saya berspesialisasi masakan Chinese dan Indonesia, sedangkan saya cenderung suka masakan Western dan Jepang. Nah, mama saya rada nosy jika ada yang memasuki wilayah kekuasaan beliau. Oleh karena itu, saya paling senang mencuri-curi kesempatan untuk membuat sarapan sewaktu mama saya sedang asyik berkebun atau melakukan aktivitas lainnya.

Pagi ini saya menemukan satu potong kue lobak di meja makan. Selain itu, di kulkas juga ada telur dan taoge. Berbekal tiga bahan utama ini, saya membuat fried radish cake aka chai tow kway, salah satu masakan khas Teochew.

2017-03-11 08.12.26

  1. Potong kue lobak menjadi bentuk kotak-kotak.
  2. Tumis taoge dengan sedikit garlic oil, sisihkan.
  3. Dengan wajan yang sama, goreng potongan kue lobak hingga sisi-sisinya berwarna kecoklatan.
  4. Tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, dan sambal. Aduk merata dan sisihkan ke pinggir wajan.
  5. Buat telur orak-arik, campurkan dengan potongan lobak, dan masukkan taoge yang sudah ditumis.
  6. Aduk merata and serve immediately.

Untuk percobaan pertama, rasanya keasinan, terlalu berminyak, dan taogenya kurang matang.¬†Gotta cook better next time! ¬†ūüėÖ

Kantin Kolam Renang Great Wall

Kemarin sore saya janjian berenang di Kompleks Great Wall bersama dengan seorang kawan baik saya. Setelah sekian lama tidak ke sana (sepertinya sudah lebih dari 5 tahun), terlihat dinding di sekitar kolam sudah kusam, air kolam tidak jernih, kamar mandi yang jorok, dan kunci pintu kamar mandi yang rusak, kentara sekali maintenance kolam tidak dilakukan dengan baik. Namun demikian, kami tetap nekat untuk berenang (yang akhirnya saya sesali karena sepanjang malam saya habiskan dengan menggaruk-garuk badan).

Satu kebiasaan jelek yang dilakukan usai berenang adalah berkunjung ke kantin kolam! Astaga, gawat sekali kalau ini dijadikan rutinitas sesudah berenang. Menu favorit setelah melarikan diri dari dinginnya air kolam pastinya adalah indomie! Kawan saya memesankan dua porsi indomie becek: perpaduan antara indomie goreng dan indomie kuah.

whatsapp-image-2017-03-09-at-19-54-501-e1489132413351.jpeg

Saya suka banget dengan… hasil jepretannya! Hasil jepretan kamera bagus ini, dokumentasi dengan menggunakan ponsel kawan saya he-he-he… Tapi sayangnya rasa indomie beceknya tidak sesuai dengan penampilan.¬†Please remember¬†not to judge a book by its cover, and do not judge indomie by its photo!¬†Asumsi kawan saya, mie yang dimasak bukan¬†indomie, melainkan mie sedaap (huruf ‘a’-nya memang ada dua) karena ada kremes-kremesnya sebagai pelengkap. Pada suapan pertama, tekstur mienya terasa banget alias kurang matang dan kuahnya asin sekali¬†ūüėĶ Syukurlah pada suapan-suapan berikutnya terasa lumayan karena lidah sudah terbiasa. Selain mie dan kremes-kremes, juga ada telur orak arik beserta sedikit potongan sawi, daun bawang, dan cabe rawit.¬†Harga mie sedaap becek ini Rp 10.000,- per porsi, agak mahal jika dibandingkan dengan rasa masakannya. Tapi harus bersyukur karena it’s a treat ha-ha-ha… Thanks ya Gi!¬†ūüėė

Writer visited this place on March, 09th 2017.

Untuk review kantin kolam renang lain, visit this page.

Regrowing the Veggies (2)

Selain tanaman-tanaman di Regrowing the Veggies (1), project regrowing juga akan menyertakan yang berikut. Blog ini berfungsi sebagai buku catatan saya agar saya tidak lupa. *masih fingers crossed

Ubi jalar

  1. Pilih ubi jalar yang bagus, rendam sebagian permukaannya dalam air dan letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari.
  2. Ganti airnya secara berkala selang beberapa hari, maka akan muncul tunas.
  3. Setelah tunas mencapai 10 cm, cabut dan rendam ujung tunas dalam air untuk memunculkan akar.
  4. Pindahkan tunas ke tanah jika panjang akar sepanjang 3 cm.

Source: Home Joys

Taoge

  1. Bersihkan segenggam kacang hijau dan rendam dalam air dengan volume air sekitar 2-3 kali banyaknya kacang, rendam selama 8-12 jam.
  2. Buang air rendaman, bilas dengan air baru, dan buang kembali airnya.
  3. Tempatkan kacang di baskom dengan ditutupi kain lembab, letakkan di tempat gelap.
  4. Tiap 12 jam, bilas kacang dengan air baru dan kembalikan ke tempat gelap, kacang akan mulai bertunas.
  5. Taoge siap dipanen dalam 5-7 hari.

Source: Wiki How

Tiap tanaman memiliki kemampuan bertumbuh melalui bagian tubuh masing-masing, seperti base (selada), tops (wortel, nenas), roots (bawang), pit/seed (buah-buahan), stem (basil, rosemary), peel (kentang), dan stalk (jamur). Dengan demikian, objek percobaan regrowing itu tidak terbatas lho.

Seharusnya project regrowing ini tidak sulit, toh modalnya hanya sisa-sisa sayur atau buah yang tidak terpakai, wadah, air, tanah, waktu, dan kesabaran yang tidak terhingga¬†ūüėõ

Other sources:¬†Bees and Roses,¬†Don’t Waste The Crumbs.

Regrowing the Veggies (1)

One day, I’ll regrow most of them! *fingers crossed

Selada Romaine, and any varieties of lettuce! lettuce

Kol atau kubiscabbage

Pakcoypakcoy

Daun bawang dan bawang pereigreen-onion

Serai atau serehlemongrass

Bawang merah dan bawang bombayonion

Bawang putihgarlic

Seledricelery

Daun ketumbar atau daun sopcilantro

Basil, mint, dan rosemarybasil

Kentangpotato

Wortel, lobak, beetrootcarrot

Jahe, juga kunyit, kencur, dan lengkuasginger

Cabai atau cabe dan paprikapepper

Tomat, terong, dan sejenisnyatomato

Labu kuningpumpkin

Nenaspineapple

Alpukatavocado

Jamurmushroom

Source: The Food Revolution Network