Fried Radish Cake

Saya suka bereksperimen di dapur, mungkin karena saya mengagumi dan ketularan hobi mama saya yang jago memasak. Mama saya berspesialisasi masakan Chinese dan Indonesia, sedangkan saya cenderung suka masakan Western dan Jepang. Nah, mama saya rada nosy jika ada yang memasuki wilayah kekuasaan beliau. Oleh karena itu, saya paling senang mencuri-curi kesempatan untuk membuat sarapan sewaktu mama saya sedang asyik berkebun atau melakukan aktivitas lainnya.

Pagi ini saya menemukan satu potong kue lobak di meja makan. Selain itu, di kulkas juga ada telur dan taoge. Berbekal tiga bahan utama ini, saya membuat fried radish cake aka chai tow kway, salah satu masakan khas Teochew.

2017-03-11 08.12.26

  1. Potong kue lobak menjadi bentuk kotak-kotak.
  2. Tumis taoge dengan sedikit garlic oil, sisihkan.
  3. Dengan wajan yang sama, goreng potongan kue lobak hingga sisi-sisinya berwarna kecoklatan.
  4. Tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, dan sambal. Aduk merata dan sisihkan ke pinggir wajan.
  5. Buat telur orak-arik, campurkan dengan potongan lobak, dan masukkan taoge yang sudah ditumis.
  6. Aduk merata and serve immediately.

Untuk percobaan pertama, rasanya keasinan, terlalu berminyak, dan taogenya kurang matang. Gotta cook better next time!  😅

Kantin Kolam Renang Great Wall

Kemarin sore saya janjian berenang di Kompleks Great Wall bersama dengan seorang kawan baik saya. Setelah sekian lama tidak ke sana (sepertinya sudah lebih dari 5 tahun), terlihat dinding di sekitar kolam sudah kusam, air kolam tidak jernih, kamar mandi yang jorok, dan kunci pintu kamar mandi yang rusak, kentara sekali maintenance kolam tidak dilakukan dengan baik. Namun demikian, kami tetap nekat untuk berenang (yang akhirnya saya sesali karena sepanjang malam saya habiskan dengan menggaruk-garuk badan).

Satu kebiasaan jelek yang dilakukan usai berenang adalah berkunjung ke kantin kolam! Astaga, gawat sekali kalau ini dijadikan rutinitas sesudah berenang. Menu favorit setelah melarikan diri dari dinginnya air kolam pastinya adalah indomie! Kawan saya memesankan dua porsi indomie becek: perpaduan antara indomie goreng dan indomie kuah.

whatsapp-image-2017-03-09-at-19-54-501-e1489132413351.jpeg

Saya suka banget dengan… hasil jepretannya! Hasil jepretan kamera bagus ini, dokumentasi dengan menggunakan ponsel kawan saya he-he-he… Tapi sayangnya rasa indomie beceknya tidak sesuai dengan penampilan. Please remember not to judge a book by its cover, and do not judge indomie by its photo! Asumsi kawan saya, mie yang dimasak bukan indomie, melainkan mie sedaap (huruf ‘a’-nya memang ada dua) karena ada kremes-kremesnya sebagai pelengkap. Pada suapan pertama, tekstur mienya terasa banget alias kurang matang dan kuahnya asin sekali 😵 Syukurlah pada suapan-suapan berikutnya terasa lumayan karena lidah sudah terbiasa. Selain mie dan kremes-kremes, juga ada telur orak arik beserta sedikit potongan sawi, daun bawang, dan cabe rawit. Harga mie sedaap becek ini Rp 10.000,- per porsi, agak mahal jika dibandingkan dengan rasa masakannya. Tapi harus bersyukur karena it’s a treat ha-ha-ha… Thanks ya Gi! 😘

Writer visited this place on March, 09th 2017.

Untuk review kantin kolam renang lain, visit this page.

Regrowing the Veggies (2)

Selain tanaman-tanaman di Regrowing the Veggies (1), project regrowing juga akan menyertakan yang berikut. Blog ini berfungsi sebagai buku catatan saya agar saya tidak lupa. *masih fingers crossed

Ubi jalar

  1. Pilih ubi jalar yang bagus, rendam sebagian permukaannya dalam air dan letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari.
  2. Ganti airnya secara berkala selang beberapa hari, maka akan muncul tunas.
  3. Setelah tunas mencapai 10 cm, cabut dan rendam ujung tunas dalam air untuk memunculkan akar.
  4. Pindahkan tunas ke tanah jika panjang akar sepanjang 3 cm.

Source: Home Joys

Taoge

  1. Bersihkan segenggam kacang hijau dan rendam dalam air dengan volume air sekitar 2-3 kali banyaknya kacang, rendam selama 8-12 jam.
  2. Buang air rendaman, bilas dengan air baru, dan buang kembali airnya.
  3. Tempatkan kacang di baskom dengan ditutupi kain lembab, letakkan di tempat gelap.
  4. Tiap 12 jam, bilas kacang dengan air baru dan kembalikan ke tempat gelap, kacang akan mulai bertunas.
  5. Taoge siap dipanen dalam 5-7 hari.

Source: Wiki How

Tiap tanaman memiliki kemampuan bertumbuh melalui bagian tubuh masing-masing, seperti base (selada), tops (wortel, nenas), roots (bawang), pit/seed (buah-buahan), stem (basil, rosemary), peel (kentang), dan stalk (jamur). Dengan demikian, objek percobaan regrowing itu tidak terbatas lho.

Seharusnya project regrowing ini tidak sulit, toh modalnya hanya sisa-sisa sayur atau buah yang tidak terpakai, wadah, air, tanah, waktu, dan kesabaran yang tidak terhingga 😛

Other sources: Bees and RosesDon’t Waste The Crumbs.

Regrowing the Veggies (1)

One day, I’ll regrow most of them! *fingers crossed

Selada Romaine, and any varieties of lettuce! lettuce

Kol atau kubiscabbage

Pakcoypakcoy

Daun bawang dan bawang pereigreen-onion

Serai atau serehlemongrass

Bawang merah dan bawang bombayonion

Bawang putihgarlic

Seledricelery

Daun ketumbar atau daun sopcilantro

Basil, mint, dan rosemarybasil

Kentangpotato

Wortel, lobak, beetrootcarrot

Jahe, juga kunyit, kencur, dan lengkuasginger

Cabai atau cabe dan paprikapepper

Tomat, terong, dan sejenisnyatomato

Labu kuningpumpkin

Nenaspineapple

Alpukatavocado

Jamurmushroom

Source: The Food Revolution Network

Chocolate Cornflakes

Saya tidak pintar membuat kue, dan karena keterbatasan hak akses pemakaian barang-barang dapur, that’s why jenis makanan ringan yang bisa saya buat hanya yang sederhana saja. Salah satunya ya chocolate cornflakes ini, yang selalu muncul di kala CNY.

Ingredients:

  • 200 gr dark chocolate compound atau 2 strip coklat Colatta Dark Compound
  • 250 gr cornflakes
  • Optional ingredients: madu, kismis, kurma, kacang sangrai
  • Sprinkles

How?

  1. Steam coklat dalam mangkuk tahan panas hingga coklat meleleh sempurna.
  2. Masukkan cornflakes dan optional ingredients ke dalam mangkuk, aduk hingga merata.
  3. Dengan menggunakan sendok kecil, susun cornflakes coklat ke dalam kertas cupcake, taburi dengan sprinkles sebelum coklat mengering.
  4. Setelah kering, simpan dalam toples kedap udara.

2017-03-02-12-10-37.jpg

2017-03-02-12-10-10.jpg

Kantin Kolam Renang Tirta Raerim

Memasuki bulan Maret, hampir mendekati akhir dari musim hujan yang sedang berlangsung. Beberapa hari terakhir ini, hujan kerap turun sejak dini hari hingga pagi hari. Ini cobaan berat bagi yang bukan morning person (contohnya saya, he-he). Tidak rela rasanya harus berpisah dengan bantal, guling, dan selimut yang hangat selagi udara di luar masih dingin sedingin-dinginnya. Selain berdekapan dengan bantal guling di bawah selimut hangat, yang paling yahud selagi hujan tentunya menikmati semangkuk indomie hangat 😍

Jadi teringat ketika akhir tahun lalu kursus renang di Kolam Renang Tirta Raerim. Setelah kecapean latihan dalam air kolam yang dingin, perutpun minta diisi, dan tiba-tiba saja kaki mulai berjalan ke arah kantin. Saya memesan satu porsi indomie kuah dengan special request: dimasak agak pedas.

Tidak lama pesanan pun datang. Indomie dengan kuah agak kemerahan, ditambah telur orak arik, potongan sawi, kol, daun bawang, dan cabe rawit. Lamak banaaaa! Tanpa basa-basi langsung saya habiskan hingga tetesan kuah terakhir. Sebenarnya saya selalu heran, bagaimana bisa indomie yang dimasak di warung atau kantin selalu jauh lebih enak daripada yang saya masak sendiri di rumah.

2016-12-29-09-19-46.jpg

Indomie Kuah

Di hari lain, saya memesan indomie goreng. Tanpa adanya kuah, indomie yang dimasak barengan dengan telur orak-arik, potongan sawi, kol, daun bawang, dan cabe rawit ini diberi ekstra topping berupa kerupuk dan potongan timun. Rasanya biasa saja, dan lebih cepat dingin karena tidak berkuah. Jika berkunjung lagi ke kantinnya, saya bakal pesan indomie kuah saja deh. Toh harga keduanya sama: Rp 8.000,- per porsi.

2017-01-03-09-31-26.jpg

Indomie Goreng

Fyi, untuk mencapai lokasi kolam renang, masuk dari Simpang Awas yang ada di samping Binjai Supermall. Sekitar 2 kilometer kemudian, belok kiri ke Jalan Merak dan jalan terus sampai mentok.

Untuk review kantin kolam renang lain, visit this page.

Rani the Dog

Setiap anjing memiliki naluri dasar berburu, saya tahu sekali. Di rumah, saya memiliki 4 ekor anjing peliharaan. Jika ada tikus atau musang yang berada dalam jangkauan penglihatan mereka, mulai deh atraksi berburunya. Tidak jarang mereka berkomplot menyerang dengan agresif, berlari kencang sambil menggonggong dengan keras. Benda-benda yang mereka lalui jika bukan beterbangan, ya berjatuhan gedebak-gedebuk di lantai 😑

Namun Rani si golden retriever asal Kanada ini berbeda lho, mangsa buruannya bukan ‘musuh’ yang berada di darat. Rani sanggup menghabiskan waktu beberapa lama di danau ditemani potongan-potongan roti. Selagi ikan-ikan mencomot potongan rotinya satu per satu, Rani diam memperhatikan mereka dengan cermat. Hingga saatnya ada ikan yang ada mengincar roti di dekat mulut Rani, Rani langsung menyambar si ikan dengan mulutnya dan berjalan dengan santai ke tepi danau.

Kiranya benar kata orang, kesabaran selalu berbuah manis dan Rani sudah memahami pentingnya melatih kesabaran 😊

Source: MNN