Brain Teasers – Who am I?

I dig out very tiny caves, sometimes I store silver and gold in them.
I could also build bridges of silver and i can make crowns of gold; they are the smallest bridges you could’ve imagined.
Eventually someone is gonna need my help, unfortunately there are many people who are afraid to accept my help.

Who am I?

Advertisements

Stir-fried Pumpkin

Happy Halloween! Another achievement bagi si amatiran ini.

2016-10-31 21.24.35.jpg

  1. Kupas dan potong labu kuning ukuran bite size.
  2. Tuang garlic oil dalam wajan panas, masukkan labu kuning.
  3. Tambahkan sedikit garam.
  4. Tuangkan air hingga separuh dari ketinggian labu, didihkan dan tutup wajan.
  5. Done jika labu sudah lunak.

Mie Pangsit Ayong 09

Seorang temen SMA sedang mengunjungi kampung halamannya di Binjai setelah lama menetap di Pekan Baru. Biasanya teman saya ini hanya pulang sekali dalam setahun, yaitu pada perayaan Imlek. Kepulangannya kali ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun pertama dari anak keduanya. (Hello Vessa! Nice to meet you!)

Sudah saya cermati, di tiap kepulangannya tidak pernah terlewatkan kesempatan menyantap mie pangsit di gerai Mie Pangsit Ayong 09 di Jl. Husni Thamrin (d/h Jl. Bingai).

Di Jl. Husni Thamrin, ada dua gerai Mie Pangsit 09 (baca: “khong kau”, bahasa Hokkien), namun yang lebih saya sukai adalah gerai yang di dalamnya terdapat akuarium besar berisi banyak ikan jurung (bukan gerai yang di samping toko Shelly’s). Alkisah dulu sekali, hanya ada satu gerai yang terletak di Jl. Sudirman, beberapa ruko dari Ramayana Swalayan. Namun terjadi pecah kongsi sejak usaha mie pangsit ini diwariskan kepada dua anak si pemilik, dan lokasi toko juga berpindah ke Jl. Husni Thamrin sampai sekarang.

Gerai Mie Pangsit Ayong 09 memang sangat wahid sekali. Tidak hanya menjadi hidangan pangsit non halal favorit warga Binjai, gerai ini sudah termasyhur di kalangan orang Medan, Kuala, Stabat, dan kota luar lainnya. Pemilik gerai ini juga ramah dan suka bercanda. Didukung dengan pelayannya yang gokil dan tangkas, pesanan kami dengan segera diantarkan ke meja.

Hanya dengan Rp 16.000,- per porsi, kamu sudah bisa menikmati mie / bihun / kwetiao pangsit yang nikmat. Jenis mie-nya juga boleh dipilih apakah menggunakan mie kasar atau mie halus biasa. Yang saya pesan tadi adalah mie pangsit kasar (maaf hasil fotonya kurang bagus, terburu-buru karena lapar, he-he…). Satu porsinya saja sudah mengenyangkan kok. Dan dapat terlihat dalam foto, lauknya juga tidak sedikit. Mie kasarnya malah sampai tenggelam dalam gunungan lauk. Dua potong pangsit rebus, kremesan pangsit goreng, potongan daging char siew dan daging semur tertata di lapisan atas, setengah butir telur semur, sedikit taoge, dan sawi di lapisan tengah.

2016-10-27-22-03-52

Nama 09 sudah terkenal dari duluuuu sekali! Dari cerita mama saya, di masa papa mama saya pacaran, sepulangnya dari kencan pasti selalu membeli pulang beberapa bungkus untuk dinikmati bersama-sama dengan akong dan amah. Wah, itu mah sudah mendekati 40 tahun yang lalu! Eksisnya gerai mie pangsit ini pasti sudah jauh lebih lama lagi dari itu.

Anyway, ini salah satu makanan yang saya rekondasi untuk cicipi jika berkunjung ke kota Binjai 🙂

Writer visited this place on October 27th, 2016.

Kiasu 做你愛做的事 (2014)

Kiasu berasal dari bahasa Hokkien, yaitu “kia” ‘takut’ dan “su” ‘kalah’. Sejak populer dalam Singaporean English, kata ini sudah terserap ke dalam bahasa Inggris dengan ejaan yang sama, kiasu, yang berarti sikap mau menang sendiri.

Film Kiasu (pertama dirilis di Taiwan tahun 2014) ini bercerita tentang Lee De Ming, seorang dokter gigi yang tidak menyukai pekerjaannya. Sejak ayah dan ibunya bercerai, De Ming diasuh oleh ibunya yang sangat kiasu dan bergengsi tinggi. Satu saat di umur 30 tahunan, De Ming bertekad untuk menjadi aktor, cita-citanya sejak kecil yang tidak tercapai demi menekuni ilmu kedokteran gigi atas kemauan ibunya. Rekan-rekannya terkejut mengapa De Ming hendak meninggalkan pekerjaannya yang mapan dan berpenghasilan tinggi. Walaupun demikian, De Ming tetap kukuh dan mulai mengikuti casting tanpa sepengetahuan ibunya. Tak lama, akhirnya ketahuan juga oleh ibunya setelah melihat De Ming muncul dalam beberapa iklan di televisi. Pertengkaran hebat pun terjadi, namun De Ming berhasil mengalahkan sikap kiasu ibunya serta memperoleh restu untuk menjadi seorang aktor.

kiasu-poster-2

Film komedi keluarga ini memberikan pelajaran penting bagi kita agar tidak salah melangkah hanya karena kiasu dan gengsi. Sikap kiasu kerap diidentikkan dengan sifat orang Singapura. Namun sebenarnya karakteristik ini sudah merambah ke negara-negara tetangga, termasuk negara kita. Sampai saat menonton film ini terasa seperti deja vu. Kok ibu De Ming mirip ya dengan mama saya? ha-ha… Sikap kiasu mungkin dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri, namun juga dapat mengintimidasi dan memberikan tekanan terhadap orang lain.

Dalam film ini tercetus dialog, “Orang Singapura kiasu, orang Malaysia kiasi.” Kiasi juga berasal dari bahasa Hokkien “kia” ‘takut’, “si” ‘mati’. Dalam kiasu-ism, seseorang melakukan hal apapun agar tidak terkalahkan. Sedangkan kiasi-ism adalah bentuk tindakan untuk menghindari segala resiko yang dapat merugikan diri sendiri.

Saya pribadi juga pernah merasakan tidaknya enaknya bekerja dalam kondisi yang tidak dapat saya nikmati. Walaupun berpenghasilan lumayan tinggi, rasanya tidaklah sepadan dengan kehidupan tanpa warna bagai zombie. Sekarang saya sudah berhasil meninggalkan pekerjaan saya, namun masih ragu untuk memulai hal baru. Semoga akan segera tiba waktunya saya take a leap of faith dan berhasil seperti Lee De Ming! 🙂