Red Heart’s Berry Stitch Scarf

I proudly and wholeheartedly presented satu helai Berry Stitch Scarf untuk my bestest friend ever!

2017-04-28-16-29-33.jpg

Saya jatuh hati pada scarf ini sejak pertama kali melihatnya di situs Red Heart. Warna merahnya yang penuh semangat dan tekstur permukaannya yang menghangatkan perasaan membuat saya yakin bahwa ini hadiah ulang tahun yang sempurna.

Pada dasarnya, pattern rajutannya tetap mengikuti panduan dari Red Heart. Tidak sulit jika sudah menguasai chain (ch), single crochet (sc), dan double crochet (dc), karena memang polanya adalah kombinasi sc dan dc yang diselang-selingkan.

Kombinasi sc dan dc ini menghasilkan pola permukaan yang menarik. Umpama sc menghasilkan tinggi x, maka tinggi dc adalah 2x. Jika merajut sc dan dc secara berkelanjutan, maka akan menghasilkan pola permukaan yang tidak sama rata.

2017-04-28 16.11.21

Saya accidentally melakukan modifikasi di beberapa bagian hingga akhirnya 1 gulung Red Heart Super Saver warna Rouge dari Aneka Benang menghasilkan sehelai scarf dengan ukuran 135 cm x 22 cm.

20170428_155647.jpg

Mengerjakan scarf ini tidak sulit kok, asalkan tetap berkonsentrasi dan fokus. Beberapa kali saya harus membongkar rajutannya karena menyadari ada yang tidak sesuai. Pertama kali mencoba Red Heart Super Saver, benang medium yang kelembutannya rata-rata namun panjangnya (masyaallah!) 333 m, saya terkungkung merajut selama 3 hari untuk menyelesaikan scarf ini sebelum deadline. Hadiah ultah oi, ga boleh telat! Karena ngebut mengerjakan dan ngebet menyelesaikan, otomatis jempol saya mati rasa beberapa hari sesudahnya karena bergesekan terus dengan ujung crochet hook 😪

Namun syukurlah saya mendapatkan hasil yang setimpal. Teman saya sangat menyukai scarf ini! 😊 Ho-ho-ho… Happy birthday to you Egi! Yakin deh, ada best wishes dariku di tiap stitches-nya. Thanks karena tidak meremehkan hadiah yang tidak seberapa ini. Happy birthday to you!

screenshot-from-2017-05-03-135144-e1493794392102.png

Finishing My First Scarf

Crocheting itu hobi yang enjoyable banget lho! Mulai dari sehelai benang, dirajut perlahan-lahan dari gulungan, gerakan tangan yang konsisten membentuk pola, deg-deg-an mengamati potongan yang mulai terbentuk, kemudian mengagumi karya yang telah selesai. Saya sendiri menganggap crocheting adalah aktivitas meditasi spiritual sehingga puassssss sekali rasanya ketika akhirnya dapat menyelesaikan scarf pertama saya 😊

2017-04-12-09-52-45.jpg

Scarf ini mengkombinasikan warna ungu favorit saya dengan warna abu-abu. Jenis benangnya menggunakan masing-masing 1 gulung Super Milk Cotton Eggplant dan Super Milk Cotton Grey yang saya dapatkan dari BolaBolaBenang dengan harga Rp 40.000,- per gulung.

Ukuran scarf ini +/- 175 cm x 10 cm, dengan hanya menggunakan half double crochet (hdc) dan crochet hook ukuran 5.

Ada teman yang berasumsi mengerjakan satu scarf ini pasti sangat lama waktunya. Nyatanya tidak. Bagi saya yang masih newbie, seharian itu tidaklah lama, dan juga tidak membosankan. Perlahan-lahan, saya sudah mulai addicted dengan hobi baru ini!

Sup Ubi Jalar

Bagi penderita diabetes, ubi jalar menjadi salah satu alternatif pengganti nasi. Selain kadar GI yang rendah, ubi jalar kaya akan serat dan vitamin. Ubi jalar kuning mengandung beta-carotene yang baik untuk mata, sedangkan ubi jalar ungu sangat kaya akan antioksidan.

Mengolah ubi jalar itu mudah sekali lho. Cukup dikukus saja sudah bisa dijadikan cemilan sore yang sehat. Pilihan mudah dan enak lainnya adalah membuat sup ubi jalar.

2017-04-17-10-40-51.jpg

Ingredients:

  • 1 ubi jalar ungu, kupas dan potong bite size, rendam dalam air bersih
  • 1 ubi jalar kuning, kupas dan potong bite size, rendam dalam air bersih
  • 2 helai daun pandan
  • 2 gelas air
  • Gula batu
  • Jahe

How?

  1. Masukkan daun pandan, gula batu, dan jahe ke dalam air, didihkan.
  2. Masukkan ubi jalar, rebus dengan api sedang hingga empuk.
  3. Matikan api, buang daun pandan dan jahe, sajikan sup selagi hangat.

2017-04-17-10-42-42.jpg

Untuk tahu lebih banyak tentang ubi jalar, kunjungi halaman ini.

Warung Babeh Jalan Emas

Pertama kali diajak ke sini rasanya agak-agak gimana gitu. Bagaimana tidak? Berlokasi di Jalan Emas, berupa warung yang ditutupi tenda-tenda bekas spanduk, makannya sambil kongsian meja dan bangku kayu khas warung dengan pengunjung lain, dan pengunjung lainnya itu semuanya cowok! 😱

Kendati demikian, warung ini selalu kelebihan pengunjung di saat lunch hour. Motor dan mobil berjejer parkir di jalan depan warung. Pengunjung warung ini semuanya kawula muda lho. Dari sekian kalinya saya makan di warung ini, tidak pernah sekalipun melihat muka Om-Om, kecuali muka Babeh ya!

2017-03-25 13.08.48

Pada kunjungan kali ini, tidak seperti dulu-dulu, jumlah pengunjung cowok dan ceweknya sebanding (emansipasi nih!). Tapi seperti biasa saya dan the eating partner memesan nasi yang ditemani cumi sambal. Ini menu favorit kami di Warung Babeh 😃 Berbarengan dengan menu itu, dihidangkan pula daun ubi rebus, kuah kari, dan kuah sambal.

Serundeng kelapa ditaburkan di bagian atas nasi yang telah dilengkapi potongan tempe, ikan asin, dan sambal cabe merah. Saya suka sekali cumi sambalnya yang kenyal sekaligus lembut, tetapi tidak alot. Berhubung hidangan lainnya hanya sebagai pelengkap, tidak saya bahas ya. Intinya adalah, kombinasi semua hidangan yang fotonya ada di bawah ini menghasilkan kunyahan dan lahapan yang sambung-menyambung tanpa jeda ha-ha-ha… To be honest, saya rada addicted nih makan di sini.

2017-03-25 13.08.57

Nasi, tempe, ikan asin, sambal, serundeng

2017-03-25 13.09.06

Cumi sambal

2017-03-25 13.09.15

Daun ubi rebus

2017-03-25 13.09.00

Kuah kari

2017-03-25 13.09.10

Kuah sambal

 

Writer visited this place on March, 25th 2017.

Soto Belakang Gramedia Gajah Mada

Senin malam lalu, saya mengajukan proposal kencan makan siang dadakan di hari berikutnya, dan diterima! Cihuyyy…! 😄

Tempat kerja pacar saya ada di Jalan Gajah Mada Medan. Di sekitar sana memang ada banyak rumah makan dan resto-resto, namun saya pinginnya makan warteg soto belakang Gramed langganannya.

Lokasi warteg tepat berada di persimpangan Jalan Sriwijaya dan Jalan Labu. Kami tidak mengetahui nama wartegnya, tetapi karena Google Maps menampilkan spanduk “Welcome to Hongkong” (yang sekarang entah masih ada atau tidak) di depan warteg, mari kita sebut saja Warteg Hongkong supaya lebih akrab 😝 Selain soto, warteg ini juga menjual nasi ayam penyet. Berhubung baru pertama kali datang ke sini, saya ikut memesan soto dan teh pahit dingin sesuai pesanan pacar saya.

2017-03-14-12-21-56.jpg

Soto yang tersedia hanya soto ayam. Semangkuk soto ini dilengkapi dengan nasi putih, satu buah perkedel kentang, seiris tempe, sedikit keripik kentang campur ubi, dan sepiring kecil sambal kecap. Yang membuat saya kaget itu ayamnya, disuwir-suwir tapi banyak oi!

2017-03-14 12.22.52

Mengenai rasanya, rasa rempah di dalam kuah soto lebih dominan daripada rasa santannya. Berarti bagus dong? CMIIW. Jumlah suwiran ayamnya tidak mengecewakan deh. Dengan tambahan irisan tempe, keripik kentang, dan keripik ubinya yang crunchy, saya suka banget karena memperkaya tekstur saat mengunyah.

Dua porsi soto + dua gelas teh pahit dingin, totalnya Rp 38.000,-. Asumsi teh pahit dingin Rp 2.000,- per gelas, berarti harga seporsi soto ayam Rp 17.000,-. Bah, harga satu porsi makanan di warteg seginian?? Atau mungkin harga standar menu warteg di Medan memang segitu?

Setelah menyantap soto Hongkong, kencan dilanjutkan ke Gramedia. Yes, we’re such a weird, nerdy couple! Menjelang jam 1, kencan berakhir karena pacar saya harus kembali bekerja. Walaupun hanya satu jam, saya sudah sangat senang sekali. Though he might not realize it was White Day ha-ha-ha…

Writer visited this place on White Day 2017.

Roti Gandum dan Pisang Bakar dengan Madu

Belum banyak orang yang menyukai roti gandum atau whole wheat bread. Padahal jika dibandingkan dengan roti tawar biasa, roti gandum dianggap lebih sehat dan lebih mengenyangkan lho. Sayangnya harga roti gandum lebih mahal daripada roti biasa, dan rasanya juga agak alot.

Worry not, jika sudah dikombinasikan dengan madu, rasanya bakal oke kok.

2017-03-09 07.45.09

  1. Oles satu sisi roti gandum dengan margarin, panggang di atas teflon panas (roti akan terpanggang merata dengan cara ini, berbeda halnya jika dibandingkan dengan mencairkan margarin dahulu kemudian menaruh roti ke teflon).
  2. Kupas pisang kepok yang masih mengkal dan belah menjadi dua bagian memanjang, panggang bersama dengan roti. Jika memakai pisang yang sudah masak, panas dari teflon dapat membuat pisang menjadi terlalu lembek.
  3. Bolak-balik roti dan pisang agar tidak gosong, pindahkan ke piring jika roti sudah garing.
  4. Tuangkan madu ke atas roti dan pisang, and it’s done.

Bakso Mas Yono

A new location has been unlocked on our Bakso pilgrimage. Berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, yah… memang agak jauh dari pusat kota. Namun untuk menemukan warung bakso ini mudah saja kok. Jika datang dari arah Medan, sebelum melewati simpang Soeta-Gajah Mada, di sebelah kiri akan terlihat deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah warung bakso kecil. Berada tepat di samping Alfamidi KM 19, warung bakso itulah tujuan kita: Bakso Mas Yono.

2017-03-11-18-32-10.jpg

Berhubung sewaktu kami sampai di sana sudah mendekati jam makan malam, dan didukung juga dengan janji sponsor dari kawan (nye-he-he-he….), kami memesan 4 porsi miesop bakso dan 4 gelas teh pahit dingin. Dalam satu mangkuk miesop bakso, ada campuran mie kuning dengan bihun, potongan sawi, tahu pong, kerupuk, 4 bakso biasa, dan… 1 bakso ukuran besar yang berisikan daging cincang. Believe me, it’s yuge! Saking gedenya, saya jadi merasa mangkuknya kekecilan deh.

2017-03-11 18.35.31.jpg

Mulai dari suapan pertama, saya suka sekali dengan rasanya. Kuahnya gurih, sedikit manis, tapi tidak membuat haus. Mie dan bihunnya cukup matang, tidak dapat dikeluhkan. Yang menonjol adalah rasa baksonya. Perpaduan komposisi daging dan tepungnya cocok sekali di tiap gigitan. Walaupun menurut teman-teman saya rasa kuah dan mienya biasa-biasa saja, namun kami sependapat dengan keenakan rasa baksonya.

Tidak puas hanya dengan satu mangkuk miesop bakso per orang, kami memesan lagi satu porsi bakso kosong untuk kongsian. Isinya sama dengan yang kami lahap sebelumnya, hanya saja tidak memakai mie atau bihun, dan jumlah bakso kecilnya ada 6 buah.

2017-03-11 18.48.55.jpg

Jika saja lokasi warung bakso ini lebih dekat ke pusat kota, sepertinya saya bakal langganan ke sana nih. Miesop bakso yang enak dengan harga Rp 10.000,- per porsi, ekspektasi rasanya melebihi harganya 😄

Writer visited this place on March, 11th 2017.