Finishing My First Scarf

Crocheting itu hobi yang enjoyable banget lho! Mulai dari sehelai benang, dirajut perlahan-lahan dari gulungan, gerakan tangan yang konsisten membentuk pola, deg-deg-an mengamati potongan yang mulai terbentuk, kemudian mengagumi karya yang telah selesai. Saya sendiri menganggap crocheting adalah aktivitas meditasi spiritual sehingga puassssss sekali rasanya ketika akhirnya dapat menyelesaikan scarf pertama saya 😊

2017-04-12-09-52-45.jpg

Scarf ini mengkombinasikan warna ungu favorit saya dengan warna abu-abu. Jenis benangnya menggunakan masing-masing 1 gulung Super Milk Cotton Eggplant dan Super Milk Cotton Grey yang saya dapatkan dari BolaBolaBenang dengan harga Rp 40.000,- per gulung.

Ukuran scarf ini +/- 175 cm x 10 cm, dengan hanya menggunakan half double crochet (hdc) dan crochet hook ukuran 5.

Ada teman yang berasumsi mengerjakan satu scarf ini pasti sangat lama waktunya. Nyatanya tidak. Bagi saya yang masih newbie, seharian itu tidaklah lama, dan juga tidak membosankan. Perlahan-lahan, saya sudah mulai addicted dengan hobi baru ini!

Sup Ubi Jalar

Bagi penderita diabetes, ubi jalar menjadi salah satu alternatif pengganti nasi. Selain kadar GI yang rendah, ubi jalar kaya akan serat dan vitamin. Ubi jalar kuning mengandung beta-carotene yang baik untuk mata, sedangkan ubi jalar ungu sangat kaya akan antioksidan.

Mengolah ubi jalar itu mudah sekali lho. Cukup dikukus saja sudah bisa dijadikan cemilan sore yang sehat. Pilihan mudah dan enak lainnya adalah membuat sup ubi jalar.

2017-04-17-10-40-51.jpg

Ingredients:

  • 1 ubi jalar ungu, kupas dan potong bite size, rendam dalam air bersih
  • 1 ubi jalar kuning, kupas dan potong bite size, rendam dalam air bersih
  • 2 helai daun pandan
  • 2 gelas air
  • Gula batu
  • Jahe

How?

  1. Masukkan daun pandan, gula batu, dan jahe ke dalam air, didihkan.
  2. Masukkan ubi jalar, rebus dengan api sedang hingga empuk.
  3. Matikan api, buang daun pandan dan jahe, sajikan sup selagi hangat.

2017-04-17-10-42-42.jpg

Untuk tahu lebih banyak tentang ubi jalar, kunjungi halaman ini.

Warung Babeh Jalan Emas

Pertama kali diajak ke sini rasanya agak-agak gimana gitu. Bagaimana tidak? Berlokasi di Jalan Emas, berupa warung yang ditutupi tenda-tenda bekas spanduk, makannya sambil kongsian meja dan bangku kayu khas warung dengan pengunjung lain, dan pengunjung lainnya itu semuanya cowok! 😱

Kendati demikian, warung ini selalu kelebihan pengunjung di saat lunch hour. Motor dan mobil berjejer parkir di jalan depan warung. Pengunjung warung ini semuanya kawula muda lho. Dari sekian kalinya saya makan di warung ini, tidak pernah sekalipun melihat muka Om-Om, kecuali muka Babeh ya!

2017-03-25 13.08.48

Pada kunjungan kali ini, tidak seperti dulu-dulu, jumlah pengunjung cowok dan ceweknya sebanding (emansipasi nih!). Tapi seperti biasa saya dan the eating partner memesan nasi yang ditemani cumi sambal. Ini menu favorit kami di Warung Babeh 😃 Berbarengan dengan menu itu, dihidangkan pula daun ubi rebus, kuah kari, dan kuah sambal.

Serundeng kelapa ditaburkan di bagian atas nasi yang telah dilengkapi potongan tempe, ikan asin, dan sambal cabe merah. Saya suka sekali cumi sambalnya yang kenyal sekaligus lembut, tetapi tidak alot. Berhubung hidangan lainnya hanya sebagai pelengkap, tidak saya bahas ya. Intinya adalah, kombinasi semua hidangan yang fotonya ada di bawah ini menghasilkan kunyahan dan lahapan yang sambung-menyambung tanpa jeda ha-ha-ha… To be honest, saya rada addicted nih makan di sini.

2017-03-25 13.08.57

Nasi, tempe, ikan asin, sambal, serundeng

2017-03-25 13.09.06

Cumi sambal

2017-03-25 13.09.15

Daun ubi rebus

2017-03-25 13.09.00

Kuah kari

2017-03-25 13.09.10

Kuah sambal

 

Writer visited this place on March, 25th 2017.