Ini Tentang Tidur

Ngomong-ngomong tentang hobinya koala, singa, dan panda…

Seakan-akan ada jam weker dalam tubuh kita, manusia sudah terjadwal untuk merasa mengantuk setidaknya dua kali sehari. Kali pertama terjadi di malam hari, antara tengah malam hingga jam 7 pagi. Kali kedua adalah pada siang hari, mulai dari jam 1 siang hingga jam 4 sore. Jadi merasa mengantuk setelah makan siang itu normal kok!

Panjang waktu tidur harian tiap orang bervariatif. Seiring bertambahnya usia, waktu tidurnya semakin pendek. Bayi perlu tidur paling sedikit 18 jam sehari, balita tidur selama 11 hingga 13 jam, anak-anak tidur selama 10 hingga 11 jam, remaja tidur setidaknya hingga 9 jam, dan orang dewasa tidur 7 hingga 9 jam per harinya.

Orang dewasa dan manula rentan kurang tidur karena mudah terpengaruh oleh cahaya dan suara berisik (dan rasa sakit juga, mana tahu ada rematik atau penyakit lainnya). Selain itu, kemampuan untuk tidur nyenyak juga berkurang seiring bertambahnya usia. Namun demikian, orang dewasa dan manula tetap memerlukan tidur yang cukup, setidaknya 7 jam per hari.

Rata-rata manusia menghabiskan waktu sekitar 2 jam selama tidur untuk bermimpi. Dengan kata lain, sekitar 20%-25% dari total waktu tidur. Mimpi bisa indah, bisa juga mimpi buruk. Mimpi buruk cenderung terjadi di saat stress atau gelisah, pada saat kita sudah melewati 2/3 waktu tidur, dan lebih sering dialami oleh anak-anak daripada orang tua.

Aktivitas mimpi berjalan tidak terbatas pada ‘berjalan’ saja. Individu yang sedang mimpi berjalan juga dapat melakukan aktivitas yang lebih rumit seperti memindahkan perabot, pergi ke kamar mandi, makan, bahkan menyetir.

Menyetir di saat mengantuk efeknya sama seperti menyetir di saat mabuk: very dangerous dan harus dihindari.

Kurang tidur dapat mengaburkan pandangan, menyebabkan kelelahan, lekas marah, dan sulit berkonsentrasi. Selain itu juga mempengaruhi nafsu makan dan mengurangi sensitivitas insulin sehingga menambah resiko terkena diabetes. Jika sudah kronis, kurang tidur berpotensi menyebabkan hipertensi, sakit jantung, bahkan stroke.

Untuk menghindari dampak buruk akibat kekurangan tidur, kebutuhan tidur kita boleh dicicil. Jika kita kekurangan tidur selama hari kerja, utang tidur itu akan terbayar jika kita tidur lebih lama di akhir pekan.

Source: WebMD

Advertisements

Gagal Paham Sama Garam

Garam (rumus kimianya NaCl atau Natrium Chlorida), bumbu dapur yang selalu diandalkan untuk memberi rasa asin pada masakan. Apalagi lidah orang Indonesia yang sangat doyan masakan dengan aneka cita rasa, garam termasuk bumbu masak yang persediaannya pantang habis.

Karena alasan kesehatan, sejak beberapa hari lalu mama saya memulai diet tanpa garam. Dada ayam goreng tanpa seasoning, kentang tumbuk dengan taburan chili powder, sayur-sayuran mentah, buah-buahan, no salt at all in the cooking process. Garam memiliki sifat mengikat air dalam tubuh, jadi dengan mengurangi asupan garam diharapkan dapat menurunkan berat badan mama saya.

Ternyata garam yang bisa membuat kita menjerit “Tambo ciek!” itu tidak sebaik yang kita kira, karena konsumsi garam berlebih dapat berpengaruh buruk pada kesehatan. Beberapa poin berikut wajib dibaca supaya kita tidak gagal paham dengan garam.

1. Kata orang, “Hati-hati mengkonsumsi garam, garam bisa menaikkan tekanan darah.” Salah. Konsumsi garam berlebih sebenarnya bukan penyebab hipertensi, namun garam berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi. Selain itu, kelebihan konsumsi garam juga terkait dengan kanker lambung, tukak lambung, osteoporosis, kram otot, dan mempengaruhi fungsi otak.

2. “Oh, jadi garam itu ga bagus dong!” Salah juga. Garam itu penting sekali, fungsinya juga banyak. Hanya saja tidak bagus jika dikonsumsi secara berlebih.

3. “Jika memasak tanpa menggunakan garam, sudah pasti asupan garam kita terkontrol.” No. Produk-produk daging/ikan/kacang kalengan, saos botolan, biskuit, makanan ringan, dan lain-lain, semuanya sudah mengandung garam, dan kandungannya tinggi lho! Coba deh perhatikan kandungan nutrisi di label kemasannya. Kandungan garam dicantumkan dengan nama sodium.

4. “Hidup bakal hambar tanpa garam.” Salah lagi. Tak ada rotan, akar pun jadi kan? Tanpa garam, kita bisa menggantinya dengan rempah-rempah, bawang, jeruk nipis, atau bahan-bahan lain, asal jumlahnya juga tidak berlebihan.

5. “Berhubung masih muda, tak apa-apalah mengkonsumsi garam agak banyak.” Wah, lupa ya bahwa garam itu mengikat air? Terlalu banyak air dalam tubuh selain dapat meningkatkan berat badan, juga bisa memberatkan kerja organ hati, ginjal, dan pembuluh darah sehingga menambah resiko terjadinya hipertensi dan serangan jantung. Mulailah pola makan yang sehat sejak muda. Beda halnya jika kita berolah raga secara teratur.

Source: LIVESTRONG

Hypnic Jerk

Semua orang pasti pernah mengalami hypnic jerk. Keadaan ini terjadi ketika kamu baru saja tertidur, kemudian terasa sensasi seakan-akan kamu terjatuh dari tempat yang tinggi, dan kamu pun terkejut dan terbangun. Walaupun setelahnya terasa aman karena tidak benar-benar terjatuh, namun kamu bakal terengah-engah dan jantung berdebar-debar saking kagetnya, bakal merasa malu sendiri juga tuh jika mengalami hypnic jerk sewaktu tertidur di transportasi umum yang banyak orang.

Hypnic jerk (dikenal juga dengan hypnogogic jerk, myoclonic jerk, sleep start, sleep twitch, night start) sudah dipelajari secara ilmiah, namun belum dapat dipastikan apa penyebabnya. Salah satu teori yang paling populer adalah karena tidak kompaknya kerja sama antara sistem saraf otak ventrolateral preoptic nucleus (VLPO) dengan reticular activating system (RAS). VLPO bertugas mengatur rasa kantuk, sedangkan RAS bertugas mengatur rasa bangun atau rasa sadar. Jika VLPO aktif, maka RAS non-aktif, dan sebaliknya. Hypnic jerk yang buat deg-deg-an itu muncul jika VLPO sudah aktif, namun RAS tidak mau tukaran shift, alias belum sepenuhnya nonakif.

Teori lain penyebab hypnic jerk ini adalah karena evolusi. Nenek moyang kita si manusia purba yang mewariskan hypnic jerk ini kepada kita. Manusia purba terbiasa tidur di atas pohon dan harus memiliki refleks yang baik supaya tidak jatuh. Sedikit saja posisi tubuh tidak seimbang ketika sedang tidur, maka otot akan langsung mengirimkan sinyal ke otak supaya bangun dan mencegah terjadinya jatuh.

Ada juga yang menyatakan bahwa hypnic jerk terjadi karena pola hidup yang tidak sehat, stress, kecapean, dan lain-lain. Tapi sebenarnya keadaan ini tidaklah begitu mengkhawatirkan. Hanya saja, jika frekuensinya sudah sangat, amat, begitu sering terjadi hingga merusak waktu tidur kamu, you’d better call your doctor.

Ngomong-ngomong tentang jatuh, jadi teringat perkataan Moriarty kepada Sherlock, “It’s not the fall that kills you. It’s the landing.” (Bener juga yah…)

Jagung, Sayur atau Buah?

Kalimat pertama dalam postingan resep Stir-fried Baby Corn jelas perlu dikoreksi.

Apakah jagung tergolong sayur atau buah?

Pembedaan buah dan sayur dapat dicermati dari asal tumbuhan. Jika berasal dari bunga (bagian reproduksi), maka dikategorikan sebagai buah. Jika berasal dari daun/akar/batang (bagian vegetatif), maka itu adalah sayur.

Jagung yang kita makan berasal dari bunga jagung yang telah mengalami penyerbukan dan pembuahan. Oleh sebab itu jagung dikategorikan sebagai buah, tepatnya bijian (grain).

Nah, sebagai orang Indonesia yang hanya memiliki dua jenis olahan makanan sebagai teman nasi (lauk dan sayur), saya khilaf deh ketika mengkategorikan olahan baby corn sebagai sayur.

Source: New Health Guide

Ini Tentang Buncis

Ngomong-ngomong tentang buncis…

  • Dari data USDA National Nutrient Database, 100 gram buncis mengandung 31 kalori, 0 lemak, 7 gram karbohidrat, 3 gram serat, 3 gram gula, dan 2 gram protein.
  • Buncis kaya vitamin A, C, dan K, selain itu juga ada folate, thiamin, riboflavin, zat besi, magnesium, dan potassium.
  • Mengonsumsi buncis dapat menurunkan resiko terkena kanker lho, karena kandungan klorofilnya yang tinggi dapat menghambat efek karsinogenik.
  • Satu cangkir buncis bisa mencukupi 6% kebutuhan zat besi, dan 10% kebutuhan folic acid harian. Zat besi berfungsi meningkatkan kesuburan, sedangkan folic acidnya bermanfaat mencegah neural tube defects pada janin.
  • Dalam darah terdapat asam amino bernama homocysteine yang mempengaruhi produksi hormon serotonin, dopamine, dan norepinephrine. Ketiga hormon ini penting untuk adjusting mood, tidur, dan nafsu makan. Nah, buncis memberikan folate yang fungsinya mencegah pengeluaran homocysteine agar kamu tidak depresi.
  • Satu cangkir buncis mencukupi hampir 20% kebutuhan vitamin K dan 4% kebutuhan kalsium harian. Dengan begitu, kesehatan tulang lebih terjaga dan penyerapan kalsium bisa lebih maksimal.

Source: Medical News Today