Warung Babeh Jalan Emas

Pertama kali diajak ke sini rasanya agak-agak gimana gitu. Bagaimana tidak? Berlokasi di Jalan Emas, berupa warung yang ditutupi tenda-tenda bekas spanduk, makannya sambil kongsian meja dan bangku kayu khas warung dengan pengunjung lain, dan pengunjung lainnya itu semuanya cowok! 😱

Kendati demikian, warung ini selalu kelebihan pengunjung di saat lunch hour. Motor dan mobil berjejer parkir di jalan depan warung. Pengunjung warung ini semuanya kawula muda lho. Dari sekian kalinya saya makan di warung ini, tidak pernah sekalipun melihat muka Om-Om, kecuali muka Babeh ya!

2017-03-25 13.08.48

Pada kunjungan kali ini, tidak seperti dulu-dulu, jumlah pengunjung cowok dan ceweknya sebanding (emansipasi nih!). Tapi seperti biasa saya dan the eating partner memesan nasi yang ditemani cumi sambal. Ini menu favorit kami di Warung Babeh 😃 Berbarengan dengan menu itu, dihidangkan pula daun ubi rebus, kuah kari, dan kuah sambal.

Serundeng kelapa ditaburkan di bagian atas nasi yang telah dilengkapi potongan tempe, ikan asin, dan sambal cabe merah. Saya suka sekali cumi sambalnya yang kenyal sekaligus lembut, tetapi tidak alot. Berhubung hidangan lainnya hanya sebagai pelengkap, tidak saya bahas ya. Intinya adalah, kombinasi semua hidangan yang fotonya ada di bawah ini menghasilkan kunyahan dan lahapan yang sambung-menyambung tanpa jeda ha-ha-ha… To be honest, saya rada addicted nih makan di sini.

2017-03-25 13.08.57

Nasi, tempe, ikan asin, sambal, serundeng

2017-03-25 13.09.06

Cumi sambal

2017-03-25 13.09.15

Daun ubi rebus

2017-03-25 13.09.00

Kuah kari

2017-03-25 13.09.10

Kuah sambal

 

Writer visited this place on March, 25th 2017.

Advertisements

Soto Belakang Gramedia Gajah Mada

Senin malam lalu, saya mengajukan proposal kencan makan siang dadakan di hari berikutnya, dan diterima! Cihuyyy…! 😄

Tempat kerja pacar saya ada di Jalan Gajah Mada Medan. Di sekitar sana memang ada banyak rumah makan dan resto-resto, namun saya pinginnya makan warteg soto belakang Gramed langganannya.

Lokasi warteg tepat berada di persimpangan Jalan Sriwijaya dan Jalan Labu. Kami tidak mengetahui nama wartegnya, tetapi karena Google Maps menampilkan spanduk “Welcome to Hongkong” (yang sekarang entah masih ada atau tidak) di depan warteg, mari kita sebut saja Warteg Hongkong supaya lebih akrab 😝 Selain soto, warteg ini juga menjual nasi ayam penyet. Berhubung baru pertama kali datang ke sini, saya ikut memesan soto dan teh pahit dingin sesuai pesanan pacar saya.

2017-03-14-12-21-56.jpg

Soto yang tersedia hanya soto ayam. Semangkuk soto ini dilengkapi dengan nasi putih, satu buah perkedel kentang, seiris tempe, sedikit keripik kentang campur ubi, dan sepiring kecil sambal kecap. Yang membuat saya kaget itu ayamnya, disuwir-suwir tapi banyak oi!

2017-03-14 12.22.52

Mengenai rasanya, rasa rempah di dalam kuah soto lebih dominan daripada rasa santannya. Berarti bagus dong? CMIIW. Jumlah suwiran ayamnya tidak mengecewakan deh. Dengan tambahan irisan tempe, keripik kentang, dan keripik ubinya yang crunchy, saya suka banget karena memperkaya tekstur saat mengunyah.

Dua porsi soto + dua gelas teh pahit dingin, totalnya Rp 38.000,-. Asumsi teh pahit dingin Rp 2.000,- per gelas, berarti harga seporsi soto ayam Rp 17.000,-. Bah, harga satu porsi makanan di warteg seginian?? Atau mungkin harga standar menu warteg di Medan memang segitu?

Setelah menyantap soto Hongkong, kencan dilanjutkan ke Gramedia. Yes, we’re such a weird, nerdy couple! Menjelang jam 1, kencan berakhir karena pacar saya harus kembali bekerja. Walaupun hanya satu jam, saya sudah sangat senang sekali. Though he might not realize it was White Day ha-ha-ha…

Writer visited this place on White Day 2017.

Bakso Mas Yono

A new location has been unlocked on our Bakso pilgrimage. Berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, yah… memang agak jauh dari pusat kota. Namun untuk menemukan warung bakso ini mudah saja kok. Jika datang dari arah Medan, sebelum melewati simpang Soeta-Gajah Mada, di sebelah kiri akan terlihat deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah warung bakso kecil. Berada tepat di samping Alfamidi KM 19, warung bakso itulah tujuan kita: Bakso Mas Yono.

2017-03-11-18-32-10.jpg

Berhubung sewaktu kami sampai di sana sudah mendekati jam makan malam, dan didukung juga dengan janji sponsor dari kawan (nye-he-he-he….), kami memesan 4 porsi miesop bakso dan 4 gelas teh pahit dingin. Dalam satu mangkuk miesop bakso, ada campuran mie kuning dengan bihun, potongan sawi, tahu pong, kerupuk, 4 bakso biasa, dan… 1 bakso ukuran besar yang berisikan daging cincang. Believe me, it’s yuge! Saking gedenya, saya jadi merasa mangkuknya kekecilan deh.

2017-03-11 18.35.31.jpg

Mulai dari suapan pertama, saya suka sekali dengan rasanya. Kuahnya gurih, sedikit manis, tapi tidak membuat haus. Mie dan bihunnya cukup matang, tidak dapat dikeluhkan. Yang menonjol adalah rasa baksonya. Perpaduan komposisi daging dan tepungnya cocok sekali di tiap gigitan. Walaupun menurut teman-teman saya rasa kuah dan mienya biasa-biasa saja, namun kami sependapat dengan keenakan rasa baksonya.

Tidak puas hanya dengan satu mangkuk miesop bakso per orang, kami memesan lagi satu porsi bakso kosong untuk kongsian. Isinya sama dengan yang kami lahap sebelumnya, hanya saja tidak memakai mie atau bihun, dan jumlah bakso kecilnya ada 6 buah.

2017-03-11 18.48.55.jpg

Jika saja lokasi warung bakso ini lebih dekat ke pusat kota, sepertinya saya bakal langganan ke sana nih. Miesop bakso yang enak dengan harga Rp 10.000,- per porsi, ekspektasi rasanya melebihi harganya 😄

Writer visited this place on March, 11th 2017.

Kantin Kolam Renang Great Wall

Kemarin sore saya janjian berenang di Kompleks Great Wall bersama dengan seorang kawan baik saya. Setelah sekian lama tidak ke sana (sepertinya sudah lebih dari 5 tahun), terlihat dinding di sekitar kolam sudah kusam, air kolam tidak jernih, kamar mandi yang jorok, dan kunci pintu kamar mandi yang rusak, kentara sekali maintenance kolam tidak dilakukan dengan baik. Namun demikian, kami tetap nekat untuk berenang (yang akhirnya saya sesali karena sepanjang malam saya habiskan dengan menggaruk-garuk badan).

Satu kebiasaan jelek yang dilakukan usai berenang adalah berkunjung ke kantin kolam! Astaga, gawat sekali kalau ini dijadikan rutinitas sesudah berenang. Menu favorit setelah melarikan diri dari dinginnya air kolam pastinya adalah indomie! Kawan saya memesankan dua porsi indomie becek: perpaduan antara indomie goreng dan indomie kuah.

whatsapp-image-2017-03-09-at-19-54-501-e1489132413351.jpeg

Saya suka banget dengan… hasil jepretannya! Hasil jepretan kamera bagus ini, dokumentasi dengan menggunakan ponsel kawan saya he-he-he… Tapi sayangnya rasa indomie beceknya tidak sesuai dengan penampilan. Please remember not to judge a book by its cover, and do not judge indomie by its photo! Asumsi kawan saya, mie yang dimasak bukan indomie, melainkan mie sedaap (huruf ‘a’-nya memang ada dua) karena ada kremes-kremesnya sebagai pelengkap. Pada suapan pertama, tekstur mienya terasa banget alias kurang matang dan kuahnya asin sekali 😵 Syukurlah pada suapan-suapan berikutnya terasa lumayan karena lidah sudah terbiasa. Selain mie dan kremes-kremes, juga ada telur orak arik beserta sedikit potongan sawi, daun bawang, dan cabe rawit. Harga mie sedaap becek ini Rp 10.000,- per porsi, agak mahal jika dibandingkan dengan rasa masakannya. Tapi harus bersyukur karena it’s a treat ha-ha-ha… Thanks ya Gi! 😘

Writer visited this place on March, 09th 2017.

Untuk review kantin kolam renang lain, visit this page.

Kantin Kolam Renang Tirta Raerim

Memasuki bulan Maret, hampir mendekati akhir dari musim hujan yang sedang berlangsung. Beberapa hari terakhir ini, hujan kerap turun sejak dini hari hingga pagi hari. Ini cobaan berat bagi yang bukan morning person (contohnya saya, he-he). Tidak rela rasanya harus berpisah dengan bantal, guling, dan selimut yang hangat selagi udara di luar masih dingin sedingin-dinginnya. Selain berdekapan dengan bantal guling di bawah selimut hangat, yang paling yahud selagi hujan tentunya menikmati semangkuk indomie hangat 😍

Jadi teringat ketika akhir tahun lalu kursus renang di Kolam Renang Tirta Raerim. Setelah kecapean latihan dalam air kolam yang dingin, perutpun minta diisi, dan tiba-tiba saja kaki mulai berjalan ke arah kantin. Saya memesan satu porsi indomie kuah dengan special request: dimasak agak pedas.

Tidak lama pesanan pun datang. Indomie dengan kuah agak kemerahan, ditambah telur orak arik, potongan sawi, kol, daun bawang, dan cabe rawit. Lamak banaaaa! Tanpa basa-basi langsung saya habiskan hingga tetesan kuah terakhir. Sebenarnya saya selalu heran, bagaimana bisa indomie yang dimasak di warung atau kantin selalu jauh lebih enak daripada yang saya masak sendiri di rumah.

2016-12-29-09-19-46.jpg

Indomie Kuah

Di hari lain, saya memesan indomie goreng. Tanpa adanya kuah, indomie yang dimasak barengan dengan telur orak-arik, potongan sawi, kol, daun bawang, dan cabe rawit ini diberi ekstra topping berupa kerupuk dan potongan timun. Rasanya biasa saja, dan lebih cepat dingin karena tidak berkuah. Jika berkunjung lagi ke kantinnya, saya bakal pesan indomie kuah saja deh. Toh harga keduanya sama: Rp 8.000,- per porsi.

2017-01-03-09-31-26.jpg

Indomie Goreng

Fyi, untuk mencapai lokasi kolam renang, masuk dari Simpang Awas yang ada di samping Binjai Supermall. Sekitar 2 kilometer kemudian, belok kiri ke Jalan Merak dan jalan terus sampai mentok.

Untuk review kantin kolam renang lain, visit this page.

Ayam Penyet Joko Moro – Rambung

Dari beberapa outlet Ayam Penyet Joko Moro di kota Binjai, ada teman yang memberi kisikan bahwa outlet di Rambunglah yang paling mantap. Berlokasi di Jalan KH Abdul Karim No. 5, tempat ini tidak sulit ditemukan. Dari Jalan Letjend. Jamin Ginting mendekati Halte BPJS Ketenagakerjaan akan terlihat billboard warna merah yang menginfokan lokasi Joko Moro.

Tempatnya asyik, suasana asri berpepohonan, dengan tempat parkir yang luas. Pengunjung dapat memilih tempat dengan leluasa di antara barisan meja-meja yang berjejer rapi ataupun hendak duduk lesehan.

Sesuai nama tempatnya, menu favorit di sini adalah ayam penyet, dan itulah menu yang kami pesan: 2 porsi ayam penyet, 2 porsi nasi putih, 1 porsi tumis kangkung, dan 2 gelas teh pahit dingin.

2017-02-26-12-36-39

Sepotong paha ayam penyet dilengkapi sambal belacan dan serpihan kriuk-kriuk yang khas. Potongan tempe dan terong goreng, mentimun, daun kol, daun kemangi, dan sambal cabe ijo turut menemani si ayam.

Ayamnya enak banget! Dagingnya empuk dan cocok sekali disandingkan dengan sambal belacan. Tempe dan terong goreng sebagai hidangan pendamping juga sangat memuaskan. Sambal belacan dan sambal cabe ijonya pedas sekaligus lezat. Jikalau sakit perut saking pedasnya, relain aja deh! Tumis kangkung ala Joko Moro juga beyond expectation. Walaupun keliatan biasa-biasa saja, rasanya sangat pas di lidah. Tidak terlalu asin dengan rasa pedas yang cukup, apalagi disajikan dalam keadaan panas, uuuhhh…..! (sambil lap-lap mulut)

Untuk keseluruhan orderan di atas, totalnya Rp 56.000,- (seporsi ayam penyet tanpa nasi Rp 14.000,-, seporsi tumis kangkung Rp 8.000,-). Gak nyesal deh makan di sini 😁

Writer visited this place on February 26th, 2017.

Soto Kesawan

Ga pernah deh kenal orang yang segitu demennya sama soto selain Aa’. Dan sebagai seorang nyotoer sejati, pilgrimage to Soto Kesawan has been done Sabtu lalu.

Lokasinya ada di Jl. Jend. A. Yani, Medan (seberang Tjong A Fie Mansion). Demi soto, rela deh disulitkan mencari tempat parkir. Ya ampun ramai sekali tamunya! Berbagai etnis datang ke sini demi mencicipi soto. Berhubung tempatnya hanya memiliki (kalau tidak salah) 12 meja kapasitas 4 orang dan suasana di dalamnya tidak bisa dibilang adem, maka prosedur makannya wajib pesan, hidang, makan, bayar, cabut, ga pake ngobrol 😛

Saya pesan satu porsi soto udang, Aa’ satu porsi soto campuran ayam, udang, daging, dan jeroan. Selain soto, kami juga pesan satu porsi roti canai, teh pahit hangat, dan jus jeruk. Makanan yang dipesan tidak perlu ditunggu lama untuk dihidangkan. Namun mungkin karena sangat ramai, roti canai yang dihidangkan adalah roti canai dengan gula (padahal sebelumnya saya pesan dengan kuah kari) dan jus jeruk pertama kali datang dalam keadaan hangat (kemudian pelayan memberikan satu gelas es kosong setelah melihat ekspresi kebingungan saya).

2016-12-03 12.34.49.jpg

Ha-ha! Akhirnya kesampaian mencicipi Soto Kesawan yang terkenal ini. Untuk 1 porsi soto udang + 1 porsi soto campur + 1 porsi roti canai + 1 gelas teh pahit hangat + 1 gelas jus jeruk, totalnya Rp 74.000,-.

Writer visited this place on December 3rd, 2016.