Fried Radish Cake

Saya suka bereksperimen di dapur, mungkin karena saya mengagumi dan ketularan hobi mama saya yang jago memasak. Mama saya berspesialisasi masakan Chinese dan Indonesia, sedangkan saya cenderung suka masakan Western dan Jepang. Nah, mama saya rada nosy jika ada yang memasuki wilayah kekuasaan beliau. Oleh karena itu, saya paling senang mencuri-curi kesempatan untuk membuat sarapan sewaktu mama saya sedang asyik berkebun atau melakukan aktivitas lainnya.

Pagi ini saya menemukan satu potong kue lobak di meja makan. Selain itu, di kulkas juga ada telur dan taoge. Berbekal tiga bahan utama ini, saya membuat fried radish cake aka chai tow kway, salah satu masakan khas Teochew.

2017-03-11 08.12.26

  1. Potong kue lobak menjadi bentuk kotak-kotak.
  2. Tumis taoge dengan sedikit garlic oil, sisihkan.
  3. Dengan wajan yang sama, goreng potongan kue lobak hingga sisi-sisinya berwarna kecoklatan.
  4. Tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, dan sambal. Aduk merata dan sisihkan ke pinggir wajan.
  5. Buat telur orak-arik, campurkan dengan potongan lobak, dan masukkan taoge yang sudah ditumis.
  6. Aduk merata and serve immediately.

Untuk percobaan pertama, rasanya keasinan, terlalu berminyak, dan taogenya kurang matang. Gotta cook better next time!  😅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s