Gagal Paham Sama Garam

Garam (rumus kimianya NaCl atau Natrium Chlorida), bumbu dapur yang selalu diandalkan untuk memberi rasa asin pada masakan. Apalagi lidah orang Indonesia yang sangat doyan masakan dengan aneka cita rasa, garam termasuk bumbu masak yang persediaannya pantang habis.

Karena alasan kesehatan, sejak beberapa hari lalu mama saya memulai diet tanpa garam. Dada ayam goreng tanpa seasoning, kentang tumbuk dengan taburan chili powder, sayur-sayuran mentah, buah-buahan, no salt at all in the cooking process. Garam memiliki sifat mengikat air dalam tubuh, jadi dengan mengurangi asupan garam diharapkan dapat menurunkan berat badan mama saya.

Ternyata garam yang bisa membuat kita menjerit “Tambo ciek!” itu tidak sebaik yang kita kira, karena konsumsi garam berlebih dapat berpengaruh buruk pada kesehatan. Beberapa poin berikut wajib dibaca supaya kita tidak gagal paham dengan garam.

1. Kata orang, “Hati-hati mengkonsumsi garam, garam bisa menaikkan tekanan darah.” Salah. Konsumsi garam berlebih sebenarnya bukan penyebab hipertensi, namun garam berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi. Selain itu, kelebihan konsumsi garam juga terkait dengan kanker lambung, tukak lambung, osteoporosis, kram otot, dan mempengaruhi fungsi otak.

2. “Oh, jadi garam itu ga bagus dong!” Salah juga. Garam itu penting sekali, fungsinya juga banyak. Hanya saja tidak bagus jika dikonsumsi secara berlebih.

3. “Jika memasak tanpa menggunakan garam, sudah pasti asupan garam kita terkontrol.” No. Produk-produk daging/ikan/kacang kalengan, saos botolan, biskuit, makanan ringan, dan lain-lain, semuanya sudah mengandung garam, dan kandungannya tinggi lho! Coba deh perhatikan kandungan nutrisi di label kemasannya. Kandungan garam dicantumkan dengan nama sodium.

4. “Hidup bakal hambar tanpa garam.” Salah lagi. Tak ada rotan, akar pun jadi kan? Tanpa garam, kita bisa menggantinya dengan rempah-rempah, bawang, jeruk nipis, atau bahan-bahan lain, asal jumlahnya juga tidak berlebihan.

5. “Berhubung masih muda, tak apa-apalah mengkonsumsi garam agak banyak.” Wah, lupa ya bahwa garam itu mengikat air? Terlalu banyak air dalam tubuh selain dapat meningkatkan berat badan, juga bisa memberatkan kerja organ hati, ginjal, dan pembuluh darah sehingga menambah resiko terjadinya hipertensi dan serangan jantung. Mulailah pola makan yang sehat sejak muda. Beda halnya jika kita berolah raga secara teratur.

Source: LIVESTRONG

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s